Iqtarabatis-sā‘atu wansyaqqal-qamar(u).
Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 1)
Wa iy yarau āyatay yu‘riḍū wa yaqūlū siḥrum mustamirr(un).
Jika mereka (kaum musyrik Makkah) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.” (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 2)
Wa każżabū wattaba‘ū ahwā'ahum wa kullu amrim mustaqirr(un).
Mereka mendustakan (Nabi Muhammad) dan mengikuti keinginan mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 3)
Wa laqad jā'ahum minal-ambā'i mā fīhi muzdajar(un).
Sungguh, benar-benar telah datang kepada mereka beberapa berita yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap orang-orang kafir). (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 4)
Ḥikmatum bāligatun famā tugnin-nużur(u).
(Berita-berita itu adalah) hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka). (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 5)
Fa tawalla ‘anhum, yauma yad‘ud-dā‘i ilā syai'in nukur(in).
Maka, berpalinglah (Nabi Muhammad) dari mereka. Pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) pada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari Pembalasan), (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 6)
Khusysya‘an abṣāruhum yakhrujūna minal-ajdāṡi ka'annahum jarādum muntasyir(un).
pandangan mereka tertunduk. Mereka keluar (berhamburan) dari kubur seperti belalang yang beterbangan. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 7)
Muhṭi‘īna ilad-dā‘(i), yaqūlul-kāfirūna hāżā yaumun ‘asir(un).
Mereka bersegera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit.” (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 8)
Każżabat qablahum qaumu nūḥin fakażżabū ‘abdanā wa qālū majnūnuw wazdujir(a).
Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul). Mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, “(Dia) orang gila!” Dia pun dibentak (dengan cacian dan lainnya). (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 9)
Fa da‘ā rabbahū annī maglūbun fantaṣir.
Dia (Nuh) lalu mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).” (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 10)
Fa fataḥnā abwābas-samā'i bimā'im munhamir(in).
Lalu, Kami membukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 11)
Wa fajjarnal-arḍa ‘uyūnan faltaqal-mā'u ‘alā amrin qad qudir(a).
Kami pun menjadikan bumi menyemburkan banyak mata air. Maka, berkumpullah semua air itu sehingga (meluap dan menimbulkan) bencana yang telah ditetapkan. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 12)
Wa ḥamalnāhu ‘alā żāti alwāḥiw wa dusur(in).
Kami mengangkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 13)
Tajrī bi'a‘yuninā, jazā'al liman kāna kufir(a).
yang berlayar dengan pengawasan Kami sebagai balasan (kebaikan) bagi orang yang telah diingkari (kaumnya). (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 14)
Wa laqat taraknāhā āyatan fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah menjadikan (kapal) itu sebagai tanda (pelajaran). Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 15)
Fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).
Betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku! (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 16)
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 17)
Każżabat ‘ādun fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).
(Kaum) ‘Ad pun telah mendustakan (rasul mereka). Maka, betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku! (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 18)
Innā arsalnā ‘alaihim rīḥan ṣarṣaran fī yaumi naḥsim mustamirr(in).
Sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus-menerus, (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 19)
Tanzi‘un-nās(a), ka'annahum a‘jāzu nakhlim munqa‘ir(in).
yang membuat manusia bergelimpangan, seakan-akan mereka itu pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 20)
Fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).
Maka, betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku! (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 21)
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 22)
Każżabat ṡamūdu bin-nużur(i).
(Kaum) Samud pun telah mendustakan peringatan-peringatan. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 23)
Fa qālū abasyaram minnā wāḥidan nattabi‘uh(ū), innā iżal lafī ḍalāliw wa su‘ur(in).
Mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 24)
A'ulqiyaż-żikru ‘alaihi mim baininā bal huwa każżābun asyir(un).
Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta lagi sombong.” (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 25)
Saya‘lamūna gadam manil-każżābul-asyir(u).
Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta lagi sombong itu. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 26)
Innā mursilun-nāqati fitnatal lahum fartaqibhum waṣṭabir.
Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai ujian bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (wahai Saleh). (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 27)
Wa nabbi'hum annal-mā'a qismatum bainahum, kullu syirbim muḥtaḍar(un).
Beri tahulah mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu). Setiap pihak berhak mendapat giliran minum. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 28)
Fa nādau ṣāḥibahum fa ta‘āṭā fa ‘aqar(a).
Mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan menyembelihnya. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 29)
Fakaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).
Betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku! (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 30)
Innā arsalnā ‘alaihim ṣaiḥataw wāḥidatan fa kānū kahasyīmil-muḥtaẓir(i).
Kami mengirimkan atas mereka suara menggelegar satu kali. Maka, jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk milik pembuat kandang ternak. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 31)
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 32)
Każżabat qaumu lūṭim bin-nużur(i).
Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan-peringatan. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 33)
Innā arsalnā ‘alaihim ḥāṣiban illā āla lūṭ(in), najjaināhum bisaḥar(in).
Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka badai batu, kecuali pengikut Lut. Kami menyelamatkan mereka sebelum fajar menyingsing (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 34)
Ni‘matam min ‘indinā, każālika najzī man syakar(a).
sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 35)
Wa laqad anżarahum baṭsyatanā fa tamārau bin-nużur(i).
Sungguh, dia (Lut) benar-benar telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka membantah peringatan itu. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 36)
Wa laqad rāwadūhu ‘an ḍaifihī fa ṭamasnā a‘yunahum fa żūqū ‘ażābī wa nużur(i).
Sungguh, mereka benar-benar telah membujuknya berkali-kali (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka). Lalu, Kami butakan mata mereka. Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku! (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 37)
Wa laqad ṣabbaḥahum bukratan ‘ażābum mustaqirr(un).
Sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang terus-menerus. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 38)
Fa żūqū ‘ażābī wa nużur(i).
Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku! (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 39)
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 40)
Wa laqad jā'a āla fir‘aunan-nużur(u).
Sungguh, berbagai peringatan benar-benar telah datang kepada pengikut Fir‘aun. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 41)
Każżabū bi'āyātinā kullihā fa'akhażnāhum akhża ‘azīzim muqtadir(in).
Mereka mendustakan semua tanda-tanda (kebesaran) Kami. Maka, Kami mengazab mereka dengan azab (Tuhan) Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 42)
Akuffārukum khairum min ulā'ikum am lakum barā'atun fiz-zubur(i).
Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum Quraisy) lebih baik daripada mereka (kaum terdahulu) ataukah kamu telah mempunyai (jaminan) kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu? (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 43)
Am yaqūlūna naḥnu jamī‘um muntaṣir(un).
Bahkan, apakah mereka mengatakan, “Kami adalah golongan yang pasti menang.” (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 44)
Sayuhzamul-jam‘u wa yuwallūnad-dubur(a).
Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka berbalik ke belakang (mundur). (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 45)
Balis-sā‘atu mau‘iduhum was-sā‘atu adhā wa amarr(u).
Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka. Hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 46)
Innal-mujrimīna fī ḍalāliw wa su‘ur(in).
Sesungguhnya para pendurhaka berada dalam kesesatan dan akan berada dalam (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala). (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 47)
Yauma yusḥabūna fin-nāri ‘alā wujūhihim, żūqū massa saqar(a).
Pada hari (ketika) mereka diseret ke neraka dengan wajah (tertelungkup), (dikatakan kepada mereka,) “Rasakanlah sentuhan (api neraka) Saqar.” (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 48)
Innā kulla syai'in khalaqnāhu biqadar(in).
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 49)
Wa mā amrunā illā wāḥidatun kalamḥim bil-baṣar(i).
Perintah Kami (ketika menghendaki sesuatu) hanyalah (dengan perkataan) sekali saja seperti kejapan mata. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 50)
Wa laqad ahlaknā asy-yā‘akum fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah membinasakan orang yang (kekafirannya) serupa dengan kamu. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 51)
Wa kullu syai'in fa‘alūhu fiz-zubur(i).
Segala sesuatu yang telah mereka perbuat (tertulis) dalam buku-buku catatan (amal). (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 52)
Wa kullu ṣagīriw wa kabīrim mustaṭar(un).
Segala (amalan) yang kecil atau yang besar (semuanya) tertulis (di Lauhulmahfuz). (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 53)
Innal-muttaqīna fī jannātiw wa nahar(in).
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 54)
Fī maq‘adi ṣidqin ‘inda malīkim muqtadir(in).
di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. (Lihat Tafsir Surat Al-Qamar Ayat 55)