Ṡumma qaffainā ‘alā āṡārihim birusulinā wa qaffainā bi‘īsabni maryama wa ātaināhul-injīl(a), wa ja‘alnā fī qulūbil-lażīnattaba‘ūhu ra'fataw wa raḥmah(tan), wa rahbāniyyatanibtada‘ūhā mā katabnā ‘alaihim illabtigā'a riḍwānillāhi famā ra‘auhā ḥaqqa ri‘āyatihā, fa'ātainal-lażīna āmanū minhum ajrahum, wa kaṡīrum minhum fāsiqūn(a).
Kemudian, Kami meneruskan jejak mereka dengan (mengutus) rasul-rasul Kami dan Kami meneruskan (pula dengan mengutus) Isa putra Maryam serta Kami memberikan Injil kepadanya. Kami menjadikan kesantunan dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengada-adakan rahbaniah (berlebih-lebihan dalam beribadah). Padahal, Kami tidak mewajibkannya kepada mereka. Akan tetapi, (mereka mengada-adakannya dengan tujuan) mencari keridaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Maka, kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya dan di antara mereka banyak yang fasik.