Wal-mursalāti ‘urfā(n).
Demi (malaikat-malaikat) yang diutus untuk membawa kebaikan (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 1)
Fal-‘āṣifāti ‘aṣfā(n).
dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencang; (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 2)
Wan-nāsyirāti nasyrā(n).
demi (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Allah) dengan seluas-luasnya, (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 3)
Fal-fāriqāti farqā(n).
dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang baik dan yang buruk) dengan sejelas-jelasnya, (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 4)
Fal-mulqiyāti żikrā(n).
serta (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 5)
‘Użran au nużrā(n).
untuk (menolak) alasan atau (memberi) peringatan, (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 6)
Innamā tū‘adūna lawāqi‘(un).
sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti terjadi. (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 7)
Fa iżan-nujūmu ṭumisat.
Apabila bintang-bintang dihapuskan (cahayanya), (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 8)
Wa iżas-samā'u furijat.
apabila langit dibelah, (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 9)
Wa iżal-jibālu nusifat.
apabila gunung-gunung dihancurleburkan, (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 10)
Wa iżar-rusulu uqqitat.
dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya, (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 11)
Li'ayyi yaumin ujjilat.
(niscaya dikatakan kepada mereka,) “Sampai hari apakah ditangguhkan (azab orang kafir itu)?” (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 12)
Liyaumil-faṣl(i).
Sampai hari Keputusan. (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 13)
Wa mā adrāka mā yaumul-faṣl(i).
Tahukah kamu apakah hari Keputusan itu? (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 14)
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 15)
Alam nuhlikil-awwalīn(a).
Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang dahulu? (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 16)
Ṡumma nutbi‘uhumul-ākhirīn(a).
Lalu, Kami susuli mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian. (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 17)
Każālika naf‘alu bil-mujrimīn(a).
Demikianlah Kami memperlakukan para pendurhaka. (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 18)
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 19)
Alam nakhluqkum mim mā'im mahīn(in).
Bukankah Kami menciptakanmu dari air yang hina (mani)? (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 20)
Fa ja‘alnāhu fī qarārim makīn(in).
Kemudian, Kami meletakkannya di dalam tempat yang kukuh (rahim) (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 21)
Ilā qadarim ma‘lūm(in).
sampai waktu yang ditentukan. (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 22)
Fa qadarnā, fani‘mal-qādirūn(a).
Lalu, Kami tentukan (bentuk dan waktu lahirnya). Maka, (Kamilah) sebaik-baik penentu. (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 23)
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 24)
Alam naj‘alil-arḍa kifātā(n).
Bukankah Kami menjadikan bumi sebagai (tempat) berkumpul (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 25)
Aḥyā'aw wa amwātā(n).
bagi yang (masih) hidup dan yang (sudah) mati? (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 26)
Wa ja‘alnā fīhā rawāsiya syāmikhātiw wa asqainākum mā'an furātā(n).
Kami menjadikan padanya gunung-gunung yang tinggi dan memberi minum kamu air yang tawar? (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 27)
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 28)
Inṭaliqū ilā mā kuntum bihī tukażżibūn(a).
(Dikatakan kepada orang-orang kafir,) “Pergilah menuju apa (neraka) yang selalu kamu dustakan. (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 29)
Inṭaliqū ilā ẓillin żī ṡalāṡi syu‘ab(in).
Pergilah menuju naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 30)
Lā ẓalīliw wa lā yugnī minal-lahab(i).
yang tidak melindungi dan tidak menahan (panasnya) nyala api neraka.” (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 31)
Innahā tarmī bisyararin kal-qaṣr(i).
Sesungguhnya ia (neraka) menyemburkan bunga api bagaikan istana (yang besar dan tinggi), (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 32)
Ka'annahū jimālatun ṣufr(un).
seakan-akan iringan unta (hitam) kekuning-kuningan. (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 33)
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 34)
Hāżā yaumu lā yanṭiqūn(a).
Inilah hari ketika mereka tidak dapat berbicara. (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 35)
Wa lā yu'żanu lahum fa ya‘tażirūn(a).
Mereka tidak diizinkan (berbicara) sehingga (dapat) meminta maaf. (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 36)
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 37)
Hāżā yaumul-faṣli jama‘nākum wal-awwalīn(a).
(Dikatakan kepada mereka,) “Inilah hari Keputusan. Kami kumpulkan kamu dan orang-orang terdahulu. (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 38)
Fa'in kāna lakum kaidun fakīdūn(i).
Jika kamu punya tipu daya, lakukanlah terhadap-Ku.” (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 39)
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 40)
Innal-muttaqīna fī ẓilāliw wa ‘uyūn(in).
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (ada di sekitar) mata air (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 41)
Wa fawākiha mimmā yasytahūn(a).
serta buah-buahan yang mereka sukai. (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 42)
Kulū wasyrabū hanī'am bimā kuntum ta‘malūn(a).
(Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat karena apa yang selalu kamu kerjakan.” (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 43)
Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).
Sesungguhnya demikianlah Kami beri balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 44)
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 45)
Kulū wa tamatta‘ū qalīlan innakum mujrimūn(a).
(Dikatakan kepada orang-orang kafir,) “Makan dan bersenang-senanglah kamu (di dunia) sebentar. Sesungguhnya kamu adalah para pendurhaka!” (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 46)
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 47)
Wa iżā qīla lahumurka‘ū lā yarka‘ūn(a).
Apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” mereka tidak mau rukuk. (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 48)
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran). (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 49)
Fa bi'ayyi ḥadīṡim ba‘dahū yu'minūn(a).
Maka, pada perkataan manakah sesudahnya (Al-Qur’an) mereka akan beriman? (Lihat Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat 50)