Wat-tīni waz-zaitūn(i).
Demi (buah) tin dan (buah) zaitun, (Lihat Tafsir Surat At-Tin Ayat 1)
Wa ṭūri sīnīn(a).
demi gunung Sinai, (Lihat Tafsir Surat At-Tin Ayat 2)
Wa hāżal-baladil-amīn(i).
dan demi negeri (Makkah) yang aman ini, (Lihat Tafsir Surat At-Tin Ayat 3)
Laqad khalaqnal-insāna fī aḥsani taqwīm(in).
sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (Lihat Tafsir Surat At-Tin Ayat 4)
Ṡumma radadnāhu asfala sāfilīn(a).
Kemudian, kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, (Lihat Tafsir Surat At-Tin Ayat 5)
Illal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti falahum ajrun gairu mamnūn(in).
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Maka, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya. (Lihat Tafsir Surat At-Tin Ayat 6)
Famā yukażżibuka ba‘du bid-dīn(i).
Maka, apa alasanmu (wahai orang kafir) mendustakan hari Pembalasan setelah (adanya bukti-bukti) itu? (Lihat Tafsir Surat At-Tin Ayat 7)
Alaisallāhu bi'aḥkamil-ḥākimīn(a).
Bukankah Allah hakim yang paling adil? (Lihat Tafsir Surat At-Tin Ayat 8)